Gunung Sinabung Di Kabupaten Karo Sumatera Utara Kembali Meletus Senin Pagi

Gunung Sinabung Di Kabupaten Karo Sumatera Utara Kembali Meletus Senin Pagi

Liputan6kita – Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, menyemburkan abu vulkanik setinggi 5 kilometer pada pukul 08.54 WIB tadi. Erupsi kali ini disebut sebagai yang terdahsyat di tahun 2018.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Rina Sari Ginting mengatakan, akibat erupsi tersebut, delapan kecamatan di Kabupaten Karo terdampak, di antaranya Kecamatan Simpang Empat. Naman, Teran, Payung, Tiganderket, Kutabuluh, Munte, Tigabinanga, dan Kecamatan Juhar.

Ia menerangkan, di Kecamatan Simpang Empat ada lima desa yang terkena dampak. Di Kecamatan Naman Teran sembilan desa terdampak, Kecamatan Payung seluruh desa terdampak, dan Tiganderket juga seluruh desa terdampak.

Kemudian di Kecamatan Kutabuluh juga seluruh desa yang terdampak, di Kecamatan Munte ada sembilan desa, Tigabinanga ada tujuh desa, dan di Kecamatan Juhar ada lima desa yang terkena dampaknya.

Sementara akibat erupsi, aktivitas masyarakat di sebagian wilayah dihentikan akibat tebalnya hujan debu vulkanik. Tidak hanya itu, aktivitas ngajar mengajar di sejumlah sekolah juga dihentikan sementara.

Rina juga mengungkapkan Polres Tanah Karo beserta Polsek Simpang Empat dan Polsek Payung sedang berpatroli ke desa-desa untuk mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati. Terkait erupsi Gunung Sinabung yang akan terjadi sewaktu-waktu, sekaligus memberikan masker kepada masyarakat.

Pihak Polres Tanah Karo juga mengarahkan mobil ambulance, AWC Watercanon dan truk Dalmas ke daerah yang terdampak untuk mengevakuasi masyarakat sembari menyiram sarana dan prasarana jalan yang terkena dampak.

Sebelumnya, berdasarkan data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pos pantau Gunung Sinabung. Sekitar pukul 08.54 WIB, terjadi awan panas letusan gunung api Sinabung dengan tinggi kolom 5.000 meter (5 kilometer) amp 120 mm dan lama gempa 607 detik.

Jarak luncur sektoral Selatan-Tenggara 4.900 meter dan sektoral Tenggara-Timur 3.500 meter Angin lemah ke Barat-Selatan. Sementara pukul 12.00 WIB, teramati letusan dengan tinggi 5.000 meter dan warna asap kelabu.

Selanjutnya awan panas letusan dengan jarak luncur 4.900 meter mengarah ke Selatan. Teramati gugur dengan jarak luncur 1.000-1.500 meter mengarah ke Tenggara dan visual tertutup abu.

Petugas gabungan yang terdiri dari BPBD Karo, Koramil 04 dan 05, serta kepolisian sudah berkoordinasi untuk menempatkan titik mobil Damkar dan water cannon. Petugas juga sudah membagi-bagikan masker untuk semua warga yang terdampak. Sampai berita ini diturunkan, erupsi masih berlangsung.

Diberitakan sebelumnya, saat ini tercatat 7.214 jiwa atau 2.038 kepala keluarga berada di delapan pos pengungsian. Namun, hanya ada 2.863 jiwa yang tinggal di pos, sedangkan warga lain memilih tinggal di luar area pengungsian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!