Militer Filipina Selamatkan Pastor Katolik Yang Di Tahan Di Marawi Selama 4 Bulan

Militer Filipina Selamatkan Pastor Katolik Yang Di Tahan Di Marawi Selama 4 Bulan

Liputan6kita – Militer Filipina selamatkan pastor Katolik senior yang sebelumnya ditawan militan Maute di Kota Marawi selama hampir empat bulan.

Pastor Teresito Soganub ditinggalkan oleh para penculiknya kemarin siang di dekat sebuah masjid beberapa jam setelah kontak senjata antara militan dengan pasukan keamanan Filipina.

Juru runding pemerintah Jesus Dureza dalam laman Facebooknya hari ini mengatakan militer Filipina akhirnya berhasil menguasai basis kekuasaan militan di Marawi.

Komandan Pasukan Angkatan Laut Sebelah Barat Mindanao Laksamana Rene Medina mengatakan kepada koran The Philippine Daily Inquirer. Pastor Soganub melarikan diri dengan tawanan lain, Lordvin Ocopio. Guru di kampus Dansalan College ketika kontak senjata terjadi.

Namun Kolonel Edgard Arevalo. Kepala humas tentara Filipina mengatakan, pihaknya masih menyelidiki informasi itu.

“Kami masih memastikan kebenaran informasi itu. Saat ini kami belum bisa memberikan rincian. Operasi penyelamatan masih berlangsung,” kata dia.

Sumber di militer Filipina mengatakan pastor Soganub sudah diterbangkan ke Kota Davao untuk bertemu dengan Presiden Rodrigo Duterte.

Soganub dan belasan warga jemaatnya disandera setelah ratusan pria bersenjata mengibarkan bendera kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dan menyerbu Kota Marawi pada 23 Mei lalu.

Soganub sempat muncul dalam video beredar di Internet dirilis militan berisi permintaan dia supaya kaum militan tidak membunuhnya dan militer menghentikan serangan udara.

Sejumlah pejabat Filipina mengatakan. Pasukan pemerintah telah berhasil menyelamatkan seorang pendeta Katolik Roma dan seorang warga sipil. Dua dari puluhan orang yang diculik Mei lalu ketika ratusan militan yang setia kepada ISIS menyerang kota Marawi. Yang terletak di bagian Selatan negara itu.

Penasehat presiden Jesus Dureza dan dua pejabat tinggi keamanan mengatakan tentara menyelamatkan keduanya Sabtu malam (17/9). Setelah pertempuran untuk merebut sebuah masjid penting dan sebuah bangunan yang digunakan sebagai pusat komando oleh para militan bersenjata itu.

Kedua pejabat keamanan itu berbicara, dengan syarat nama mereka dirahasiakan, Minggu (17/9), karena mereka tidak memiliki wewenang mengungkap secara terbuka rincian serangan itu.

Seorang komandan militer angkatan darat Filipina. Romeo Brawner, mengatakan pasukan militer berusaha untuk memberantas 80 militan yang masih hidup yang mungkin menyandera lebih dari 40 orang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!