Polisi Akan Segera Menjemput Paksa Rizieq Shibab Karena Tidak Memenuhi Panggilan Kedua

Polisi Akan Segera Menjemput Paksa Rizieq Shibab Karena Tidak Memenuhi Panggilan Kedua

Liputan6kita – Polisi akan segera menjemput paksa Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab, karena tak memenuhi panggilan kedua mengenal kasus dugaan chat dengan Firza Husein.

Surat panggilan sudah dilayangkan sejak tanggal 8 Mei dengan jadwal pemeriksaan pada 10 Mei 2017.

Menanggapi hal itu, Juru bicara FPI, Slamet Ma’arif mengatakan jika Rizieq tak pernah menerima surat pemanggilan.

“Pertama yang terima surat panggilan siapa? Pertama, beliau kan dari tanggal 25 (April) ada di luar negeri.

Yang nerima surat panggilan siapa, nggak ada kan. Beliau sama keluarganya ada di luar negeri. Tolong tanya ke polisi siapa yang nerima surat,” tegas Slamet saat dihubungi.Jumat (12/5).

Selain itu, Slamet menegaskan pihaknya telah berkoordinasi dengan kepolisian. Sebab, Slamet mengaku kalau Rizieq sedang ada urusan.

“Beliau masih di luar negeri, urusannya belum kelar. Pengacara beliau, Pak Kapitra selalu berkoordinasi dengan pihak kepolisian,” katanya.

Perihal panggilan paksa polisi, ia menyerahkan semuanya ke aparat hukum. Namun, dirinya meminta agar polisi lebih fokus terhadap penyebaran video chatnya ketimbang memburu pentolan FPI itu.

“(Jemput paksa) Ya itu hak polisi. Pesen kita, sudah-lah berhenti mengkriminalisasi ulama begitu kan. Ada hal yang lebih penting yang harus polisi lakukan juga. Kasus pembakaran mobil di Cawang mana, sampai sekarang nggak diurus-urus.

Kasus chatting Habib Rizieq itu yang harusnya dikejar itu yang mengunggah dan mengedit. Habib ini kan korban, kok malah korban yang dicecar,” bebernya.

“Intinya masih di luar negeri. Saya nggak tahu di mananya,” pungkasnya.

Rizieq Shibab Yang berstatus Tersangka Ingin Bertemu Komnas Ham Di Eropa.

Kapitra Ampera, pengacara Rizieq Shihab, membenarkan kliennya meminta bertemu dengan Komnas HAM di Eropa.

Pertemuan ini dianggap penting agar Komnas HAM dapat mengumpulkan data dan informasi sebagai bahan rekomendasi dugaan kriminalisasi oleh polisi.

Namun, hingga kini belum diketahui kapan pertemuan antara Rizieq dan Komnas HAM digelar.

Menurut Kapitra, Rizieq Shihab bersama keluarga masih berada di Arab Saudi untuk menjalankan ibadah umrah.

Pimpinan FPI Rizieq Shihab ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penghinaan pancasila oleh Polda Jawa Barat pada 30 Januari 2017.

Polda Jawa Barat juga sudah melimpahkan berkas perkara Rizieq Shihab ke Kejaksaan Tinggi Jawa Barat.

Jika sudah lengkap atau P-21, kasus dugaan penghinaan Pancasila bisa disidangkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!