RODRIGO DUTERTE KINI AKAN MENUTUP JUDI ONLINE

RODRIGO DUTERTE KINI AKAN MENUTUP JUDI ONLINE

Liputan6kita – Rodrigo Duterte kini akan menutup seluruh judi online di negaranya. Gebrakan Rordrigo┬áDuterte ini menjadi ancaman bagi kelangsungan industri kelangsungan perjudian online di filipina.

Perintah Duterte ini keluar ketika dia mengumumkan anggaran negara 2017 yang terfokus pada langkah-langkah populis. Dia tidak memberikan jangka waktu pelaksanaan perintah barunya itu.

Judi Online sudah lama menjadi targer Presiden Filipina Rodrigo Duterte setelah perang melawan narkoba. langkah-langkah Duterte ini sebagai jawaban dari janji-janjinya ketika kampanye sebagai calon Presiden, dimana dia bersumpah untuk menumpas kejahatan di Filipina.

Dalam pengumuman, Rordrigo Duterte memerintahkan penutupan semua game onlie di negaranya. Saya memerintahkan penutupan semua game online (milik perusahaan). Sabutannya setelah penandatangan seremonian pengesahan anggaran negara sebesar P3,35 truliun.

Menntri kehakiman Filipina Vitaliano Aguire II mengklarifikasikan maksud perintah Duterte itu adalah penutupan semua perusahaan judi Online.

Industri perjudian di Filipina merupakan salah satu yang paling Freewheeling di Asia. Industri ini menarik banyak perusahaan asing Online untuk memikat investasi miliaran dolar di resor kasino. Perintah Duterte ini benar-benar menjadi ancaman bagi kelangsungan industri tersebut.

Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengatakan judi online bisa kembali dilegalkan tetapi harus memenuhi syarat tertentu. Duterte tidak ingin perjudian online dikuasai segelintir orang tanpa membayar pajak dan dilakukan dengan melibatkan anak-anak.

Untuk mengaktifkan kembali judi online, Duterte mengajukan dua syarat utama, yaitu operator judi membayar pajak secara benar. Pajak itu akan dipakai untuk mendanai pelayanan sosial.

“Bayar pajak dengan benar. Berjudilah dengan kekayaanmu hingga kamu mati, saya tidak peduli. Hanya bayarlah pajak dan ini akan digunakan sebagai dana khusus bagi pengobatan orang-orang miskin,” kata Duterte seperti dikutip dari Phillipine Star, Kamis, 25 Agustus 2016.

Syarat berikutnya, Duterte melarang lokasi perjudian dilakukan di sekitar permukiman penduduk yang mudah diakses anak-anak. Ia melarang keras lokasi perjudian di dekat sekolah dan rumah ibadah (gereja).

Selain itu, mantan Wali Kota Davao City ini menegaskan, tidak akan memperbarui lisensi penyelenggara judi online yang telah kedaluwarsa.

Filipina sebagai negara dengan industri game paling bebas di Asia kehilangan pendapatan tahunan sekitar US$ 215 juta atau setara Rp 2,8 triliun menyusul keputusan pemerintah untuk tidak memperpanjang izin operasi outlet judi online, yakni e-bingo dan e-game.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!