BNN SITA 250 KG GANJA ACEH, MENGGUNAKAN PENYAMARAN PENJUALAN KOPI

BNN SITA 250 KG GANJA ACEH, MENGGUNAKAN PENYAMARAN PENJUALAN KOPI

Liputan6kita – Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Direktorat IV Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menangkap lima kurir pembawa sekitar 250 kilogram ganja dari Aceh di Pluit, Jakarta Utara, Selasa (4/2) dini hari. Ganja itu disebut diselundupkan menggunakan truk kontainer di sebuah lahan parkir pergudangan ekspedisi di kawasan Pluit, Jakarta Utara, Selasa dini hari. Kita kembali melakukan penangkapan dan juga penyitaan terhadap pelaku tindak pidana narkotika dan barang bukti juga bisa kita sita,” Deputi Bidang Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depari dalam keterangannya, Selasa (4/2) dikutip dari Antara.

Belum dapat kita hitung secara pasti berapa beratnya, namun dari informasi dan perkiraan kita kurang lebih 200 sampai 250 kilogram bruto. Kemudian yang kita amankan ada lima orang yaitu adalah kurir,” dia menambahkan. Arman menjelaskan ganja tersebut dikemas dalam enam kardus yang telah ditaburi biji dan bubuk kopi untuk mengelabui penciuman anjing pelacak. Kardus-kardus berisi narkoba itu kemudian diangkut menggunakan truk kontainer dan dicampur dengan barang-barang kelontong.

Baca juga Artike artike kamiĀ  –Virus Corona sudah meluas Di beberapa Negara. Juga Kelima kurir itu yang berinisial GA, EN, IW, GUN, dan IN itu, kata dia, membawa ratusan kilogram ganja ke Jakarta menggunakan jalur darat dari Aceh via Pelabuhan Bakauheni. Untuk mengelabui petugas, truk kontainer tidak menggunakan kapal roro reguler, melainkan menumpang tongkang, sehingga petugas sempat kehilangan jejak,” ucap Arman. Hasil pencarian dilanjutkan dan truk tersebut ditemukan di daerah Pluit, Jakarta Utara, di tempat parkir kendaraan-kendaraan ekspedisi,” sambung dia. Rencananya, kata dia, ganja-ganja tersebut akan didistribusikan ke para pemesan atau pembeli yang berada di wilayah Jakarta dan Jawa Barat.

Tadinya di lokasi ini akan dibuat semacam gudang penyimpanan, dan akan dijemput oleh para pemesan antara lain pemesan yang sudah jelas dan bisa kita tangkap berasal dari Bandung dan berasal dari Jakarta,” ujar Arman. BNN menduga peredaran ratusan kilogram barang haram itu dikendalikan oleh seorang narapidana yang saat ini sedang menjalani hukuman di Lembaga Permasyarakatan Tangerang.

Saat ini kelima tersangka dan barang bukti telah dibawa ke Kantor BNN di Cawang untuk penyidikan lebih lanjut. Sebelumnya, anggota Komisi VI DPR dari Fraksi PKS Rafli mengusulkan legalisasi ganja sebagai komoditas ekspor. Pasalnya, tanah Aceh, yang merupakan daerah pemilihannya, memiliki potensi besar karena subur ditanami ganja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!