Salah Seorang anggota Polda Metro Jaya Meninggal Dunia Ketika Menjalankan Tugas Mengawal Rencana Kepulangan Habib Rizieq Sihab

Salah Seorang anggota Polda Metro Jaya Meninggal Dunia Ketika Menjalankan Tugas Mengawal Rencana Kepulangan Habib Rizieq Sihab

Liputan6kita – Salah seorang anggota Polda Metro Jaya meninggal dunia ketika menjalankan tugas mengawal rencana kepulangan Habib Rizieq Sihab di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Tangerang, Rabu (21/2).

Kapolres Bandara Soekarno-Hatta Kombes Ahmad Yusep Gunawan mengatakan, polisi yang meninggal itu bernama Brigadir Kepala Dwi Sumarno. “Dia tercatat sebagai anggota Sub Direktorat Lembaga Negara PAM Obyek Vital Polda Metro Jaya,” kata dia, Rabu (21/2).

Dia menuturkan, korban meninggal ketika jatuh pada saat apel. “Lalu dibawa ke Rumah Sakit Ciputra Kalideres. Dia meninggalnya tadi malam,” sambung dia.

Kapolres menambahkan, korban semestinya ditempatkan di Soekarno-Hatta terkait isu kepulangan Rizieq Shihab. “Dia diploting di Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta, tapi karena kejadian ini dibawa ke rumah sakit,” tandas dia.

Anggota DPR Ketinggalan Pesawat Karena Pendukung Rizieq Padati Akses Ke Bandara

Rencana kepulangan Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab membikin Bandara Internasional Soekarno-Hatta semakin padat.

Sejak subuh tadi, massa FPI pun mulai memasuki area bandara. Ruas tol pun terpantau macet parah. Kecepatan kendaraan hanya sekitar sepuluh kilometer per jam.

Akibat kemacetan ini, Anggota Komisi 3 DPR RI Misbakhun telat tiba di Terminal 3 Bandara Soetta. Hasilnya dia harus menjadwal ulang penerbangannya.

“Jadwalnya saya GA-302 ketinggalan dan dapat GA-304,” ungkap Misbakhun kepada JawaPos.com, Rabu (21/2).

Misbakhun sendiri dijadwalkan akan berkunjung ke Pasuruan untuk melakukan Sosialisasi Dana Desa.

Misbakhun mengatakan bahwa kemacetan diduga akibat adanya pos polisi jelang pintu masuk Bandara Soetta, sehingga terjadi penyempitan jalan. Bukan hanya gara-gara massa FPI.

Terbukti setelah melewati tempat tersebut lalu lintas kembali normal.

“Selain itu juga banyaknya truk-truk besar turut menghambat perjalanan,” imbuh Misbakhun.

Pria kelahiran Pasuruan ini menuturkan, belum melihat kerumunan massa yang besar selama perjalanan menuju bandara. Bahkan di Terminal 3 juga menurutnya masih lengang, belum ada aktivitas dari pengikut Rizieq.

“Sampai saat saya sampai Terminal 3 tidak ada kerumunan massa dan suasana di terminal normal dan agak sepi mungkin karena penumpang pada kena macet,” pungkas Misbakhun.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!