Petarung UFC, Koppenhaver Dipenjara Karena Menganiaya Kekasihnya Yang Seorang Bintang Film Porno

Petarung UFC, Koppenhaver Dipenjara Karena Menganiaya Kekasihnya Yang Seorang Bintang Film Porno

Liputan6kita – Petarung UFC asal Amerika Serikat, War Machine alias Jonathan Paul Koppenhaver, terancam berakhir begitu saja. Ia terancam vonis hukuman penjara seumur hidup dari pengadilan AS.

Koppenhaver dijatuhi vonis itu setelah terbukti bersalah menganiaya kekasihnya, seorang bintang film porno bernama Christy Mark.

Semua bermula ketika Koppenhaver pulang kerumah. Masuk rumah ia melihat pemandangan yang tidak diinginkan oleh lelaki manapun didunia ini. Istrinya sedang berada di ranjang bersama pria lain.

Hati Koppenhaver pun panas mendidih. Sang Atlet MMA itu berubah menjadi binatang liar. Selingkuhan Istrinya itu nyari tewas setelah dicekik, digigit, dan di pukuli oleh Komppenhaver.

Setelah memukuli Selingkuhan istrinya, Koppenhaver membiarkan Selingkuhan istrinya pergi. “Keluar tapi jangan bilang polisi soal apa yang terjadi disini”. kata Koppenhaver kepadanya.

Kemarahan Koppenhaver beralih kepada kekasihnya itu, Ia melihat Istrinya seperti lawannya di ring MMA. Christy sampai sampai mengaku tidak ingat lagi apa yang dilakukan oleh pacarnya itu. Ia ditendang, dipukuli dan diperlakukan tak senonoh secara seksual. Wajah Christy nyari hancur.

Christy pingsan berberapa kali selama disiksa oleh Koppenhaver. “Saat aku siuman, Koppenhaver sedang mengasa pisau. Aku kabur diam-diam”. Christy mengaku kabur dengan keadaan telanjang bulat kerumah tetangganya, untuk meminta pertolongan.

Di persidangan, Koppenhaver sudah mengajukan permohonan maaf kepada Christy. Ia melakukan itu karena ia sangat mencintai Christy.

“Tak ada satu hari pun dimana aku tak menyesali perbuatanku. Aku saat itu sungguh hilang arah,” sesal Koppenhaver dipersidangan. Ia bahkan menulis penyesalannya di Twitter.

“Christy aku sungguh meminta maaf atas perbuatanku karena saat itu aku menjadi berbeda. Aku harap suatu hari kamu bisa membalaskan suratku, atau bahkan kamu bisa menjengukku di penjara, Sehingga aku bisa mengatakannya secara langsung kepadamu, Aku tak akan pernah berhenti berdoa untukmu.”

Meski demikian, Christy Mack rupanya mengalami trauma terhadap kekasihnya itu. Ia memohon agar hakim memberi hukuman seberat mungkin kepada Koppenhaver. ” Aku tahu, bila nanti dia keluar dari penjara, dia akan membunuhku. Aku sangat ketakutan, yang mulia.” ujar Christy sambil menangis.

Tapi seberapa besar cinta Koppenhaver kepada Istirnya, penyesalan tidak akan bisa mengembalikan waktu. Kini Koppenhaver pun tinggal menunggu waktu nasibnya di penjara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!